Pengaruh orientasi arah serat dan waktu curing terhadap kekuatan tarik komposit serat sabut kelapa dengan resin epoxy.

Main Article Content

Muhammad Akhlis Rizza Calvin Refdino Gieraldy Putra

Abstract

Perkembangan teknologi komposit yang semakin maju menyebabkan kebutuhan material. komposit semakin meningkat di bidang perindustrian, Salah satu jenis komposit yang banyak dikembangkan saat ini adalah komposit serat alam. Keuntungan yang dimiliki oleh serat alam (Natural Fiber) adalah jumlahnya berlimpah, proses pembuatan yang mudah dan aman, biaya yang terjangkau, dan tidak mencemari lingkungan. Salah satu serat alam yang akan dijadikan penelitian adalah serat sabut kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk


menyelidiki dan mengetahui variasi arah serat dan variasi lama waktu curing dari komposit sabut kelapa terhadap kekuatan tarik. Bahan yang digunakan dalam pembuatan komposit adalah resin epoxy dan serat sabut kelapa. Pembuatan komposit dilakukan dengan metode hand lay-up. Spesimen uji


komposit berpenguat serat sabut kelapa dipotong sesuai standar ASTM D3039 untuk specimen uji tarik. Variabel penelitian ini adalah Orientasi arah serat dan variasi lama waktu yang berbeda. Orientasi arah serat yang digunakan adalah serat searah dan serat acak lalu parameter yang kedua adalah variasi lama waktu curing yang berbeda yaitu 0 menit, 10 menit, 30 menit, dan 50 menit dengan temperature yang sama yaitu 100C, dengan cara spesimen dipanaskan meggunakan oven listrik, kemudian dilakukan uji tarik dengan Universal Testing Machine.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Rizza, M., & Gieraldy Putra, C. (2022). Pengaruh orientasi arah serat dan waktu curing terhadap kekuatan tarik komposit serat sabut kelapa dengan resin epoxy. Jurnal Energi Dan Teknologi Manufaktur (JETM), 5(01), 17-22. https://doi.org/https://doi.org/10.33795/jetm.v5i01.115
Section
Articles

References

Referensi Jurnal
[1] Teodorita, A.S. 2008. [1]. Biogas Handbook. Esbjerg: Uni-versity of Southern Denmark
[2] Lapalme, D., Seers, Patrick. [2]. 2014. Influence of CO2, CH4, and initial temperature on H2/CO laminar flame speed. International Journal of Hydrogen Energy. 3477-3486
[3] Cohe, Cecile., Chauveau, Christan., Gokalp, Iskender., Kur-tulus, D.F. [3] 2009. CO2 addition and pressure effects on laminar and turbulent lean premixed CH4 air flames. Pro-ceedings of Combustion Isnstitute 32. 1803-1810
[4] Janes, A. 2014. Experimental Study of CH¬4/O2/CO2 Mix-tures Flammability. Makalah dalam AIChE Spring Meeting 2011. Chicago, 2011.
[5] Amato, A., Hudak, B., D’Souza, P., D’Carlo, P., Noble, D., Scarborough, D., Seitzman, J., Lieuwen, T. 2011. Measurements and Analysis of CO and O2 Emissions in CH4/CO2/O2 Flames. Proceeding of the Combustion Insti-tute. 3399-3405
[6] Sasongko, Mega, N. 2014. Pengaruh Prosentase CO2 Ter-hadap Karakteristik Pembakaran Difusi Biogas. Mekanika Volume 12 Nomor 2
[7] Gascoin, Nicolas., Yang, Qingchun., Chetehouna, Khaled. 2016. Thermal effects of CO2 on the NOx formation behav-ior in the CH4 diffusion combustion system. Applied Ther-mal Engineering 110. 144-149
[8] Developer, Cantera. 2012. Phyton Module Documentation. http://cantera.org/docs/sphynx/html/index.html (accessed Augusts 2016)
[9] Smith, G.P., Golden, D.M., Frenklach, M., Moriarty, N.W., Eiteneer, B., Goldenberg, M., Bowman, C.T., Han-son, R.K., Song, S., Gardiner Jr., W.C., 1999. GRI 3.0 Mechanism. Gas Research Institute. http://www.me.berkeley.edu/gri-mech/ (Accessed August 2016)
[10] Kee, Robert, J., Coltrin, Michael, E., Glarborg, Peter. 2003. Chemically Reacting Flow. New Jersey: Wiley
[11] Guo, H., Ju, Y., Maruta, K. 1998. Numerical investigation of CH4/CO2/air and CH4/CO2/O2 counterflow premixed flames with radiation reabsorption. Combustion Science and Technology. 135, pp. 49-64