PENGARUH METODE PROSES MANUFAKTUR TERHADAP KEKUATAN BENDING KOMPOSIT SERAT KULIT POHON WARU SEBAGAI MATERIAL TERBARUKAN UNTUK PESAWAT NIRAWAK

Main Article Content

Ahmat Herman Dadang Hermawan Arief Rizki Fadhillah

Abstract

Perkembangan teknologi komposit saat ini banyak mengarah pada komposit alam/ Nature Composites (NACO). Komposit alam memiliki beberapa keunggulan, antara lain: dapat didaur ulang atau ramah lingkungan, memiliki sifat mekanik yang spesifik, ringan, memiliki sifat isolator panas dan suara, tahan korosi, serta dapat dijadikan sebagai penghambat listrik yang baik selain itu juga ramah lingkungan. Salah satu komposit alam yang saat ini sedang banyak dikembangkan dan diteliti yaitu komposit serat kulit waru. Komposit ini merupakan salah satu inovasi teknologi material maju yang memanfaatkan serat alam sebagai material reinforcing phase yang dikombinasikan dengan resin sintetis sebagai material matrix phase. Beberapa penelitian menunjukkan komposit serat kulit waru memiliki kekuatan tarik, impak dan bending yang cukup baik, Berdasarkan hasil penelitian komposit serat kulit pohon waru, maka dapat dilihat bahwa komposit ini memiliki potensi yang cukup baik dari segi sifat mekaniknya, sehingga dapat diimplementasikan pada pesawat nirawak dengan spesifikasi, antara lain: ringan, kaku, tidak mudah patah, tangguh serta tahan terhadap getaran dan korosi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode proses manufaktur terhadap sifat mekanik kekuatan bending komposit serat kulit pohon waru sebagai material terbarukan untuk  pesawat nirawak. Dengan 3 macam metode manufaktur yaitu, Hand lay up, Press, dan Vacuum infusion resin, Selain dilakukan pengujian bending, dalam penelitian ini juga dilakukan foto mikro dan foto patahan untuk mengetahui bagaimana struktur dari bahan uji yang sudah diuji dengan metode Bending tersebut. Hasil pengujian bending komposit serat kulit pohon waru tersebut, kekuatan bending yang baik terdapat pada proses manufaktur Press. Berdasarkan hasil foto patahan dan foto mikro komposit serat kulit pohon waru menunjukan ikatan antara resin bisphenol LP-1Q pada metode manufaktur Vacuum infusion resin memiliki  ikatan paling baik dan resin dapat menutup dengan sempurna dan mengisi serat kulit pohon waru secara keseluruhan

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Herman, A., Hermawan, D., & Fadhillah, A. (2022). PENGARUH METODE PROSES MANUFAKTUR TERHADAP KEKUATAN BENDING KOMPOSIT SERAT KULIT POHON WARU SEBAGAI MATERIAL TERBARUKAN UNTUK PESAWAT NIRAWAK. Jurnal Energi Dan Teknologi Manufaktur (JETM), 5(02), 15-22. https://doi.org/https://doi.org/10.33795/jetm.v5i02.131
Section
Articles

References

[1] M. Sulaiman dan M. H. Rahmat, “KAJIAN POTENSI PENGEMBANGAN MATERIAL KOMPOSIT POLIMER DENGAN,” no. November, 2018.
[2] V. H. Hermawan, N. R.Ismail, A. Farid, dan A. R. Fadhillah, “Pengaruh Penambahan Serbuk Alumina (Al203) Pada Resin Polyester Btqn 157 Terhadap Kekuatan Impact Komposit Serat Kulit Pohon Waru (Hibiscus Tiliaceus),” J. Energi dan Teknol. Manufaktur, vol. 3, no. 02, hal. 25–32, 2020, doi: 10.33795/jetm.v3i02.57.
[3] A. R. Fadhillah, D. Hermawan, N. R. Ismail, dan D. Framasta, “Pengaruh Jumlah Aliran Input Resin Pada Proses Vaccum Infusion Resin Terhadap Beban Dan Waktu Patah,” Conf. Innov. Appl. Sci. Technol. (CIASTECH 2020), no. 3, hal. 525–532, 2020.
[4] A. R. Fadhillah, “KARAKTERISTIK KOMPOSIT SERAT KULIT POHON WARU ( HIBISCUS TILIACEUS ) BERDASARKAN JENIS RESIN SINTETIS,” vol. 8, no. 2, hal. 101–108, 2017.
[5] A. R. Fadhillah, D. Hermawan, dan A. R. Wardhani, “Pengaruh prosentase larutan NaOH pada proses alkalisasi serat kulit pohon waru (hibiscus tiliaceus) sebagai reinforcement komposit terhadap kekuatan tarik serat tunggal,” Turbo J. Progr. Stud. Tek. Mesin, vol. 8, no. 2, hal. 111–118, 2019, doi: 10.24127/trb.v8i2.1159.
[6] W. E. Saputra, “PENGARUH FRAKSI VOLUME SERAT TERHADAP KETANGGUHAN IMPACT KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT KULIT BATANG WARU (HIBISCUS TILIACEUS) – RESIN EPOXY,” no. May, hal. 1–74, 2016.
[7] A. Prasetyo, H. Purwanto, dan S. M. B. Respati, “Pengaruh waktu perendaman serat kulit pohon waru (Hibiscus Tiliaceus) pada air laut terhadap struktur mikro dan kekuatan tarik,” J. Ilm. MOMENTUM, vol. 12, no. 2, 2016.
[8] Suzanna, “PERANAN KOMPOSIT UNTUK PESAWAT TERBANG Ir. SUZANNA H., M.Si,” hal. 61–63, 2013.
[9] L. Iryani dan S. S. Wibowo, “Proses Manufaktur Material Komposit Struktur Sayap Pesawat Udara Tanpa Awak Dengan Menggunakan Metode Hand Lay-Up Dan Vacuum Bagging,” 2019, hal. 1–4. [Daring]. Tersedia pada: https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=KpdQH5MAAAAJ&citation_for_view=KpdQH5MAAAAJ:Tyk-4Ss8FVUC
[10] B. Harris, Engineering composite materials. London: The Institute of Materials, 1999. doi: 10.1016/0010-4361(87)90420-4.